Rabu, 16 September 2009

Kristal Air Merespon Kata dan Sikap

Suatu penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia. Penelitian ini patut diacungi jempol karena telah membuktikan ayat dalam Al Quran : “Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” (Q.S Al Anbiya(21):30). Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi.
Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif. Jika kita mengatakan pada air kata-kata “cinta dan terima kasih” maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat “kamu bodoh” maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik.
Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik. Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto berikut ini telah memperlihatkan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.


Gambar Kristal air tanpa perlakuan



Gambar Kristal air jika kita mengucapkankata-kata kebaikan



Gambar kristal air ketika diberi doa



Gambar Kristal air jika kita mengucapkankata-kata yang tidak baik

Dengan penelitian ini, jelaslah sudah bahwa pengobatan alternatif melalui air yang telah diberi doa ternyata bisa memberikan kesembuhan kepada penyakit yang berat sekalipun. Jika dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa adalah musrik maka oleh ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh. Jadi semua ini sejalan dengan ilmu pengetahuan. Penelitian Dr.Masimoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu merubah air / makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh. Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Peristiwa tsunami di Aceh adalah bukti bahwa alam (air) telah merespon segala ketakutan, kemarahan, kesedihan rakyat aceh selama berpuluh-puluh tahun.
Akibatnya adalah air merespon secara negatif dan berbalik menghantam mereka sendiri. Untuk itu marilah kita berhati-hati! apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya.
Tidaklah mengherankan jika stres ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit. Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! : rejeki tambah lancar, keluarga harmonis dll.
Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka sesungguhnya kita akan mampu menghambat energi negatif yang akan menghantam kita, entah berupa penyakit, stres, sihir dll. Hal ini telah dibuktikan pula oleh Masimoto yaitu air yang telah diberi doa/kalimat positif ternyata masih tetap membentuk kristal meski kemudian diperdengarkan kata-kata negatif. Jadi tunggu apa lagi !?? berpikirlah positif mulai sekarang!! Sumber : Buku “The True Power of Water” (Dr. Masaru Emoto)

Selasa, 15 September 2009

Perlu Diklarifikasi, Data Guru Depag Rayon 39

08 September 2009, Suara Merdeka
SEMARANG - Rayon 39 telah menilai portofolio 1.828 guru di bawah Departemen Agama. Berdasar penilaian itu, 709 guru wajib mengikuti pendidikan latihan pelatihan profesi (PLPG).

Selain itu, data 400 guru di luar peserta PLPG tersebut perlu diklarifikasi karena ada kejanggalan.

“Dan, 90% di antara guru yang membutuhkan klarifikasi data ternyata tetap harus mengikuti PLPG,’’ kata Ketua Pelaksana Sertifikasi Guru Rayon 39, Dr Sunandar MPd, kemarin.

Dia mengemukakan beberapa surat keputusan (SK) yang dilampirkan dalam portofolio menunjukkan kejanggalan dari segi kronologi. Selain itu, masih banyak guru belum memenuhi standar minimum penilaian, misalnya berdasar lama masa kerja.

“Masa kerja banyak guru di bawah Departemen Agama masih kurang,’’ kata dia.

Pengelolaan di madrasah, ujar dia, berangkat dari ketidakformalan. Banyak pengelola belum mengangkat para guru. Itu jadi kendala tersendiri bagi guru untuk lolos penilaian. “Sebab, salah satu persyaratan sertifikasi adalah tercatat sebagai pegawai tetap.’’

Meski membutuhkan klarifikasi, tak ada dokumen palsu. Para guru yang jadi peserta PLPG selanjutnya akan menjalani pelatihan dengan 90% materi berupa praktik. “Itu untuk mematangkan kemampuan mengajar mereka,’’ ujarnya.

Sementara itu, Rektor IKIP PGRI Semarang, Muhdi MH, menyatakan guru peserta PLPG dari dinas pendidikan tergolong sedikit. Dari 3.175 kuota ditambah susulan dinas pendidikan 87 orang guru, hanya 20% yang tak lulus.

Rayon 39 memperoleh keluaran dari daerah yang tahun sebelumnya memiliki tingkat kelulusan sertifikasi cukup tinggi. “Itu paling tidak bisa jadi indikasi bahwa kualitas guru di daerah tersebut sudah baik,’’ katanya. (H31-53)

Insyaallah Idul Fitri Bersama

Keteraturan yang luar biasa atas kehendak Tuhan Sang Pencipta alam semesta itu menjadikan manusia dapat menentukan kapan 1 Syawal dengan tepat. Kalau pun terjadi perbedaan orang menetapkan 1 Syawal, bukan karena perbedaan edar matahari, bumi, dan bulan, tapi karena perbedaan kriteria dan acuan dalam menentukan bulan sabit (hilal). Para ahli falak melakukan penentuan 1 Syawal melalui Rukyatul-Hilal atau melihat bulan sabit.

Ada beberapa kriteria rukyatul hilal, dua di antaranya yang banyak digunakan di Indonesia adalah wujudul-hilal dan imkanur-rukyat. Kedua kriteria itu kadang menghasilkan ketetapan 1 Syawal berbeda, meskipun sama-sama menetapkan ada bulan (hilal) saat matahari terbenam. Bahkan, kriteria yang sama belum tentu menghasilkan ketetapan yang sama, misal karena perbedaan tempat acuan (tempat melihat bulan).

Kriteria wujudul hilal menetapkan 1 Syawal bila bulan telah berada di atas ufuk (horizon) saat matahari terbenam, tanpa menentukan minimal ketinggian bulan. Kriteria imkanur rukyat menetapkan 1 Syawal bila bulan telah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, dengan ketinggian bulan minimal antara 2 hingga 8 derajad. Ketentuan tinggi minimal bulan sabit ini terkait dengan bisa tidaknya dilihat oleh teropong atau mata.

Pada 2009 ini, insya Allah kedua kriteria itu akan menghasilkan ketetapan yang sama, yaitu bulan telah berada di atas ufuk (sekitar 5 derajad) saat matahari terbenam pada Sabtu 19 September 2009. Sehingga besoknya Minggu 20 September 2009 adalah 1 Syawal 1430H. Karena 1 Syawal jatuh pada hari libur (Minggu), maka pemerintah Indonesia menggeser libur lebaran menjadi Senin dan Selasa (21-22 September 2009).

Namun, ketentuan akhir tetap di tangan Tuhan, sehingga kita tetap harus menunggu 19 September 2009 sore untuk "memastikan" 1 Syawal. Siapa tahu kiyamat datang sebelum itu. Ya, iyalah...